Jakarta, 7 April 2009
Wuih, hari ini aku antar anakku cast... capek juga, dan yang kasihan ya anakku sendiri, mereka pasti lebih capek dari aku.
Ya Allah.. ibu apakah aku ini? hatiku bergelut dengan bathin... saat kulihat wajah-wajah mungil malaikat-malaikatku... mereka tersenyum melihatku.... cantiiik, cantiiiiik sekali
Wajah cantiknya, terhias senyum centil .. gundahku hilang sesaat... oh tak apa dia senang-senang saja, berlarian dan tertawa bersama teman sebayanya ...namun saat kutatap mata indahnya, cermin kepolosan seorang anak, seakan bertanya "mama hendak kemana aku dibawa... apa yang akan mama lakukan padaku ma dan apakah aku sudah membuat mama senang, ma?" tanya tak terjawab dibathin mendesak rongga dadaku, sesak dan sesal bertebaran disana...berdosakah aku ya Allah? berdosakah hamba....Ampuni hamba ya Allah
Ya Allah bimbing kami, restui dan ridhoi kami, ya Allah... aku tidak tahu, tapi hati ini seakan memaksakan diri, membela diri dengan alasan yang klise...lagu klasik namun masih merdu terdengar bahwa sebenarnya aku hanya ingin memberi jalan untuk anak-anakku kelak, agar dia mandiri kelak, punya pegangan hidup kelak dan orang tua mana yang tidak ingin anaknya ngetop dan terkenal? orang tua mana yang tidak bangga... wajah anaknya wara-wiri di tv? di majalah, koran dan lain sebagainya, orang tua mana yang tidak suka anaknya menjadi idola, orang tua mana yang tidak senang anaknya ternyata dapat menghasilkan pundi-pundi "kekayaan"nya sendiri....Namun serasa bathinku menohok dengan senjata andalannya bahwa aku harus mengakui dan untuk tidak berbohong dan jujur pada diri sendiri,... bukankah pertanyaan terakhir tadi adalah goalmu bukan?
Ya Allah hanya kehendak dan restuMu jualah yang berjalan atas semua ini, kadang aku menangis, melihat perjuangan anakku, keinginannya begitu menggebu, dan slalu terngiang ditelinga "mama aku mau seperti abang, masuk tv dan punya uang, supaya aku bisa beli ..... (bermacam-macam disebutkanya satu persatu) dan aku juga mau ngasih uang supaya mama, papa sama uti NAIK HAJI..." Celoteh "DOA"nya menusuk relung hatiku yang paling dalam, sangat menyayat dan membuat sanubariku gagap, aku kehilangan kata-kata untuk menjawabnya, air mata bathinku hanya bisa berkata Amien ya Allah, Amien ya Allah... kabulkan segala doa-doanya,
Ya Allah, ibu mana yang tidak bangga dan terharu mendengar "doa" malaikat kecilku, betapa mulia hatinya
Wuih, hari ini aku antar anakku cast... capek juga, dan yang kasihan ya anakku sendiri, mereka pasti lebih capek dari aku.
Ya Allah.. ibu apakah aku ini? hatiku bergelut dengan bathin... saat kulihat wajah-wajah mungil malaikat-malaikatku... mereka tersenyum melihatku.... cantiiik, cantiiiiik sekali
Wajah cantiknya, terhias senyum centil .. gundahku hilang sesaat... oh tak apa dia senang-senang saja, berlarian dan tertawa bersama teman sebayanya ...namun saat kutatap mata indahnya, cermin kepolosan seorang anak, seakan bertanya "mama hendak kemana aku dibawa... apa yang akan mama lakukan padaku ma dan apakah aku sudah membuat mama senang, ma?" tanya tak terjawab dibathin mendesak rongga dadaku, sesak dan sesal bertebaran disana...berdosakah aku ya Allah? berdosakah hamba....Ampuni hamba ya Allah
Ya Allah bimbing kami, restui dan ridhoi kami, ya Allah... aku tidak tahu, tapi hati ini seakan memaksakan diri, membela diri dengan alasan yang klise...lagu klasik namun masih merdu terdengar bahwa sebenarnya aku hanya ingin memberi jalan untuk anak-anakku kelak, agar dia mandiri kelak, punya pegangan hidup kelak dan orang tua mana yang tidak ingin anaknya ngetop dan terkenal? orang tua mana yang tidak bangga... wajah anaknya wara-wiri di tv? di majalah, koran dan lain sebagainya, orang tua mana yang tidak suka anaknya menjadi idola, orang tua mana yang tidak senang anaknya ternyata dapat menghasilkan pundi-pundi "kekayaan"nya sendiri....Namun serasa bathinku menohok dengan senjata andalannya bahwa aku harus mengakui dan untuk tidak berbohong dan jujur pada diri sendiri,... bukankah pertanyaan terakhir tadi adalah goalmu bukan?
Ya Allah hanya kehendak dan restuMu jualah yang berjalan atas semua ini, kadang aku menangis, melihat perjuangan anakku, keinginannya begitu menggebu, dan slalu terngiang ditelinga "mama aku mau seperti abang, masuk tv dan punya uang, supaya aku bisa beli ..... (bermacam-macam disebutkanya satu persatu) dan aku juga mau ngasih uang supaya mama, papa sama uti NAIK HAJI..." Celoteh "DOA"nya menusuk relung hatiku yang paling dalam, sangat menyayat dan membuat sanubariku gagap, aku kehilangan kata-kata untuk menjawabnya, air mata bathinku hanya bisa berkata Amien ya Allah, Amien ya Allah... kabulkan segala doa-doanya,
Ya Allah, ibu mana yang tidak bangga dan terharu mendengar "doa" malaikat kecilku, betapa mulia hatinya
Ya Allah, berikanlah segala kebahagiaan dunia dan akhirat untuk anak-anakku tercinta berkelanjutan hingga kepada anak cucu dan keturunannya
Jadikan mereka orang-orang beriman dan beramal shaleh,
Ya Allah ridhoi dan jadikan anak-anakku dapat mencapai segala cita-cita dan impiannya
Berikan juga kepada mereka kehidupan yang sangat-sangat baik
baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan di akhirat
Berikan segala kehidupan dan jalan yang benar-benar Engkau ridhoi ... Janganlah mereka Engkau lalaikan
Ya Allah berikanlah jalan agar mereka dapat membantu dan menolong sesama dan berbuat amal untuk segala jalan kebaikan yang Engkau Ridhoi,
Ya Allah dengarlah doa hamba.....
Jadikan mereka orang-orang beriman dan beramal shaleh,
Ya Allah ridhoi dan jadikan anak-anakku dapat mencapai segala cita-cita dan impiannya
Berikan juga kepada mereka kehidupan yang sangat-sangat baik
baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan di akhirat
Berikan segala kehidupan dan jalan yang benar-benar Engkau ridhoi ... Janganlah mereka Engkau lalaikan
Ya Allah berikanlah jalan agar mereka dapat membantu dan menolong sesama dan berbuat amal untuk segala jalan kebaikan yang Engkau Ridhoi,
Ya Allah dengarlah doa hamba.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comment plz....